Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kecerdasan Anak?

Apakah Anak Anda Cerdas?

Pertanyaan tersebut acap kali muncul di kepala orang tua. Wajar karena tiap orang tua mau punya anak sehat dan cerdas. Tapi hakekatnya, pertanyaan tersebut tidak perlu ada apabila saja semua orang tahu bahwasanya tiap anak pada dasarnya lahir ke dunia dengan membawa bermacam kecerdasan. Tinggal bagaimana lingkungan merangsangnya supaya berbagai kecerdasan tersebut dapat berkembang maksimal.

Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kecerdasan Anak?
Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kecerdasan Anak?

Apa Yang Dimaksud Kecerdasan Tersebut?

Anggapan lama menyebutkan, kecerdasan umat manusia mulanya cuma diperhatikan dari dua sudut pandang, yaitu kecerdasan linguistik dan kecerdasan matematis alias IQ (Intelligence Quotient) yang selama ini kita ketahui. Meski, orang yang cuma pandai bahasa dan matematika belum tentu mampu berhadapan dengan kondisi moral dan emosional yang tidak diharapkannya. Pada kesudahannya, ia tidak akan mampu mengontrol diri. Apabila naik pitam, ia akan langsung mengucapkannya begitu saja, bahkan dapat hingga meledak-ledak. Mengapa? Karena ia tidak punya kecerdasan moral/emosi.

Tentu saja, umat manusia tidak cuma memiliki kedua tipe kecerdasan tersebut. Masih banyak lagi kecerdasan yang lain. Hal ini dibuktikan oleh Dr. Howard Gardner, professor pendidikan di Universitas Harvard, dengan memperkenalkan teori yang disebut teori multiple intelligence. Menurutnya, kecerdasan yaitu kemampuan untuk mengatasi dilema dan membuat sesuatu yang memiliki nilai budaya. Dalam artian, anak cerdas yaitu anak yang dapat membuat sesuatu dan dapat dinikmati dalam kehidupan umat manusia. Dalam garis besar, kecerdasan dapat dimaksudkan sebagai kemampuan seseorang dalam berbuat, berpikir, serta berbuat pantas dengan apa yang dihadapi. Jadi, anak cerdas yaitu anak yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan semua pengaruh yang dihadapinya dalam suatu lingkungan.

8 Tipe Kecerdasan

Inilah 8 tipe kecerdasan yang diperkenalkan oleh Gardner:
1) Kecerdasan Linguistik/Bahasa;
2) Kecerdasan Logika-Matematika;
3) Kecerdasan Spasial/Ruang;
4) Kecerdasan Kinestetis-Jasmani;
5) Kecerdasan Musikal/Musik;
6) Kecerdasan Interpersonal/Hubungan Orang Lain;
7) Kecerdasan Intrapersonal/Hubungan Diri Sendiri;
8) Kecerdasan Naturalistik/Alam;

Kapan Kecerdasan Itu Terbentuk?

Terbukti, kecerdasan sudah terwujud sejak anak masih di kandungan. Carla Shatz, ahli neurologi dari University of Stanford, berdasarkan penelitiannya menyimpulkan potensi bawaan sudah terwujud sejak 10-12 minggu sesudah terjadinya proses konsepsi (conceptionphase). Potensi bawaan yaitu semua kemampuan, termasuk kecerdasan, yang diberikan oleh Yang pada ketika terjadi pembuahan.

Jadi, sejajar dengan pembentukan dan perkembangan sel-sel otak janin pada tiga bulan pertama kehamilan, potensi bawaan juga turut tumbuh dan berkembang. Adalah kenapa, tiap anak hakekatnya dilahirkan dengan membawa potensi semua kecerdasan yang ada di otaknya. Kecuali pada ketika proses kehamilan terjadi gangguan, seumpama ibu kurang mendapat asupan salah satu nutrisi, mengkonsumsi obat berbahaya, dan yang lain yang dapat berbahaya pertumbuhan dan perkembangan otak, terlebih di tahap-tahap awal kehamilan.

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan bawaan dari lahir dalam Seri_Mengembangkan_Potensi_Bawaan_Anak: Persiapan_dan_Saat_Kehamilan oleh Bambang Sujiono & Yuliani Nurani Sujiono, 2004:
1. Sebelum terjadi konsepsi (potencies shaping process) bagi pasangan usia subur;
– Faktor Negatif antara lain; Tak sehat dan tidak bugar secara psikis dan fisik, tidak siap secara psikis dan fisik, merokok, minum minuman yang memabukkan, mengkonsumsi obat berbahaya, dan lainnya.
– Faktor Positif antara lain; Siap secara psikis dan fisik, sehat dan bugar secara psikis dan fisik, tidak minum minuman keras, tidak mengkonsumsi obat berbahaya, dan lainnya.
2. Sesudah terjadi konsepsi (potencies developing process) bagi ibu hamil;
– Faktor Negatif; Kurang nutrisi, merokok, minum minuman memabukkan, mengkonsumsi obat berbahaya, mengidap penyakit berbahaya, tidak sehat dan tidak bugar secara fisik-psikis, dan lainnya.
– Faktor Positif: Nutrisi lengkap dan cukup, tidak mengkonsumsi obat berbahaya, tidak merokok ataupun minum minuman keras, sehat dan bugar secara fisik-psikis.
– Faktor Pendorong: Pemberian stimulus kepada indera janin. Semakin banyak pengalaman indera yang dialami janin, semakin besar potensi bawaan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.