Kecerdasan Anak Optimal dengan Stimulus yang Tepat

Pastinya, kita sebagai orang tua menginginkan anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki potensi yang dapat mendukung di kehidupannya. Salah satunya adalah kecerdasan. Agar maksimal mendapatkan kecerdasan pada anak maka anak diberi stimulan lingkungan yakni disesuaikan dengan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini (0-8 tahun).

Semuanya Mesti Dirangsang

Proses pemberian stimulan pada usia dini tidak dianjurkan hanya memperlihatkan salah satu aspek. Contoh, karena orang tua mau anaknya baik di bidang matematika, maka cuma bidang ini saja yang selalu distimulus, sementara kecakapan yang lainnya disampingkan. Justru anak mesti dibiarkan tumbuh dan berkembang hingga semua kemampuannya berkembang maksimal dulu. Dengan begitu kemampuan otak kanan dan kirinya menjadi setara. Sesudah umur 9 tahun biasanya telah mulai nampak aspek kecerdasan apa yang nampak dalam pada diri anak. Dengan begitu, disini kita sebagai orang tua baru bisa memastikan potensi anak yang mesti distimulus lebih banyak lagi, serta mana yang cuma umum saja.

Kecerdasan Anak Optimal dengan Stimulus yang Tepat
Kecerdasan Anak Optimal dengan Stimulus yang Tepat
Bakat Musik Anak – Bermain dengan Gitar Ukulele[/caption]

Talenta Dan Kecerdasan Lainnya Juga Dirangsang

Kecerdasan yang nampak sesuai dengan faktor genetik, maka itu yang disebut dengan bakat atau talenta. Melainkan kita jangan salah kira, faktor dari genetik tidak mesti diturunkan dari orang tua, karena bisa saja berasal dari nenek atau kakeknya. Contoh, anak yang berbakat, padahal ayah dan ibunya tidak paham satu malahan alat musik, apalagi bersuara merdu.
Sesudah diselidiki, terbukti bakat itu diturunkan oleh kakeknya yang mahir bermain alat musik. Talenta ini betapa pantasnya jikalau dimaksimalkan tanpa mengesampingkan aspek kecerdasan lainnya supaya tidak terjadi ketidakseimbangan.

Cara Memberikan Stimulus

Stimulus tidak berdiri sendiri. Setiap orang tua memberikan stimulan untuk satu golongan kecerdasan, maka ada golongan kecerdasan yang lain yang juga akan terangsang.
Contoh, kita sebagai orang tua memerintah anak melatih kinestetiknya dengan berlari. Seandainya kita sebagai orang tua memerintahnya berlari sambil menghitung angka 1 hingga 10, maka aspek kecerdasan matematiknya juga terangsang. Seandainya dia diminta bersaing dengan temantemannya, maka aspek antarpribadi dan emosinya juga terbentuk. Dia akan berupaya menaklukkan temantemannya. Jadi, dengan anak diperintah mengerjakan satu kesibukan berlari disertai variasinya, ada beberapa aspek kecerdasan yang terlatih.

Anak dikatakan berbakat musik cirinya antara lain: betul-betul bahagia jikalau diberi stimulan tertentu, mudah sekali menangkap apa yang diajarkan, dan jikapun tidak diajarkan dia mau belajar sendiri karena keinginannya memang kuat untuk belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.