Bagi ibu bekerja, saat menjelang usai cuti melahirkan boleh jadi agak menegangkan. Pasalnya saat harus kembali bekerja, tentu yang terpikir adalah bagaimana agar si kecil tetap mendapat ASI disaat Bunda bekerja. Mana ada ibu bekerja kok bawa-bawa bayinya ke kantor agar bisa selalu diberi ASI, bukan?
Tak usah khawatir… Memang masa cuti melahirkan hanya berjalan 3-4 bulan saja dan masih tersisa 2-3 bulan untuk memberikan ASI eksklusif. Bagaimana kiat pemberian ASI eksklusif apakah hanya malam hari saja dan selebihnya bayi diberi susu formula?

Beri ASI Perah
Menurut Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, setelah masa cuti berakhir ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif. Usus bayi yang baru berusia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Jadi usahakan jangan diberi susu pengganti ASI. Selain itu ASI adalah sumber gizi utama dengan komposisi seimbang yang membuat bayi lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya.
Ibu bisa tetap memberi ASI eksklusif dengan cara memerah ASI dari payudara lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja. ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara lalu disimpan dan nanti diberikan pada bayi. Apakah tidak basi? Jika penyimpanannya benar, menurut Utami Roesli, ASI tak akan basi. Jika disimpan dalam suhu ruang, ASI mampu bertahan sampai 6 jam. Jika disimpan dalam termos es, bisa tahan sampai 24 jam. Akan lebih baik jika disimpan dalam kulkas yang bisa bertahan sampai 2 minggu dengan suhu dingin. Bahkan jika disimpan didalam freezer bisa disimpan sampai 3-4 bulan lho.
Bagaimana Memerah ASI?
Untuk memerah ASI cukup mudah dilakukan. Kalaupun Anda tidak memiliki alat untuk memerah ASI cukup melakukannya dengan pijitan dua jari Anda sendiri. Maka ASI bisa keluar lancar. Memang membutuhkan waktu lebih lama, yakni masing-masing payudara memerlukan waktu 15 menit. Tampunglah ASI dalam wadah steril yang bertutup. Kemudian diberi label tanggal dan waktu pemerahan. Jika disimpan dalam kulkas, bisa Anda berikan kepada bayi sampal keesokan harinya. Jadi Anda bisa memberikan ASI ini kepada bayi sesuai dengan urutan waktu pemerahan ASI.
Bagaimana Persiapan Pemberian ASI Perah?
Jauh hari sebelum Anda mulai kembali bekerja, latihlah bayi dengan memberikan ASI melalui sendok.
Siapkan mental Anda untuk meninggalkan bayi dan yakinkan ia akan baik-baik saja tanpa Anda. Perah air susu dari payudara dan tampung dalam wadah steril, saat bayi tidur. Esoknya Anda coba menyuapkan ASI dengan cara menyendokinya sedikit demi sedikit.
Yang perlu diingat jangan dengan botol susu, agar bayi tidak bingung puting saat Anda akan menyusui langsung dari payudara.
Memang praktis. Tapi ingat..jika bayi diberi air susu perah dari botol, kemungkinan dia menolak puting payudara. Sebab gerakan mulut saat dia mengisap dot dan puting jadi berbeda. Nah, tentu Anda tak mau merugi dengan kejadian ini bukan.
Tegas kepada Baby Sitter (Pengasuh)
Jika Anda menggunakan jasa pengasuh atau baby sitter, tekankan kepadanya agar mau menyuapi bayi Anda dengan sendok. Percayalah dalam tempo 2-3 hari bayi Anda sudah akan terbiasa jika dilatih disuapi susu dengan sendok. So, Anda jadi tak khawatir lagi saat kembali bekerja.
Cara Pemberian ASI Perah :
– Berikan ASI berdasarkan waktu memerah (lihat label tanggal yang telah Anda buat)
– Jika ASI beku, cairkan diwadah yang berisi air panas, jadi jangan dipanaskan apalagi di atas kompor!!
– Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI, kemudian teteskan di punggung tangan.
– Jangan memakai oven microwave untuk menghangatkan ASI agar kandungan gizi dalam ASI tidak rusak.
– Berikan dengan sendok, bukan dengan botol.


