Virus CMV (Cytomegalovirus) dapat menginfeksi bayi melalui berbagai cara yaitu infeksi dalam kandungan (infeksi kongenital), infeksi saat proses persalinan, infeksi setelah persalinan (ASl, air liur, dan kencing). Memang selama hamil ibu hanya memiliki IgG yang positive dengan IgM yang negatif dan ini dapat berarti bahwa ibu tidak mengalami infeksi CMV (tidak ada CMV dalam tubuh ibu) atau masih ada CMV dalam tubuh ibu namun tidak dalam keadaan aktif. Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular, oleh karenanya dokter tetap memberikan ibu obat untuk memperkecil penularan karena sulit untuk dapat meyakini bahwa obat dapat memusnahkan CMV dari tubuh manusia.
Penelitian uji klinis menunjukkan bahwa pemberian obat pada seorang ibu dan anak hanya dapat menurunkan komplikasi berat seperti kebutaan dan tuli, namun belum ada yang menyatakan dapat menghilangkan CMV secara total dari tubuh manusia karena CMV dapat bersifat laten dan tinggal lama dalam tubuh. Itulah sebabnya walaupun ibu tidak memihki IgM positif dan sudah mendapat obat namun bayi tetap terkena infeksi CMV.

Apakah bayi yang terkena virus CMV bisa sembuh total selayaknya anak normal?
Gejala penyakit tidak ditunjukkan pada sebagian besar anak yang terinfeksi CMV kongenital dan mereka msih bisa hidup selayaknya anak normal. Data menunjukkan bahwa infeksi berat dialami pada 5% penderita infeksi CMV kongenital yang sudah tampak saat lahir dalam bentuk prematur, berat badan lahir rendah, kuning hingga kecacatan sistem saraf. Lima persen penderita infeksi CMV menunjukkan gejala ringan dan 90% tidak bergejala, seperti anak normal.
Dari 90% yang tidak bergejala CMV bersifat laten dan dapat menimbulkan penyakit bila terjadi penurunan daya tahan tubuh. Sayangnya 7% dari penderita yang tidak bergejala dapat mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran dikemudian hari. Kejadian gangguan penglihatan ini dapat diperkecil dengan pengobatan yang telah didapatkan oleh bayi. Seorang anak yang terinfeksi CMV sewaktu-waktu dapat menunjukkan gejala penyakit dan kerusakan organ bila anak mengalami gangguan sistem imun atau mengalami infeksi berat oleh kuman lain.
Untuk mempertahankan kualitas hidup dan tumbuh-kembang bayi maka sebaiknya ibu merawat bayi seperti halnya anak normal namun tetap waspada bila ibu melihat ada keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perilaku. Ada baiknya bagi ibu untuk menjelaskan dan mengingatkan pada dokter ibu setiap bayi sakit berat bahwa bayi pernah didiagnosis infeksi CMV dan mendapat pengobatan.
Ilmu kedokteran di dunia untuk infeksi CMV (Cytomegalovirus) belum mencapai perkembangan sebaik ilmu tentang HIV sehingga belum semua pertanyaan CMV mendapat jawaban yang memuaskan yaitu bahwa anak yang terinfeksi virus CMV bisa hidup selayaknya anak normal, namun bila kesembuhan total yang ibu maksudkan adalah musnahnya virus ini dalam tubuh manusia, maka hingga kini belum ada seorang ahli pun yang dapat menjamin pengobatan yang ada (ganciclovir) untuk memusnahkan virus dalam tubuh manusia.
Bila bayi yang belum bisa membalikkan badan, sebaiknya ibu berkonsultasi pada dokter anak ibu karena perlu sekali untuk melihat dan memeriksa langsung fisik bayi. Bisa saja memang ada kelainan (kekakuan atau sebaliknya kelemahan otot) atau hanya variasi normal yang dialami oleh bayi. Perlu dipahami bahwa kemampuan tumbuh kembang anak tidak berjalan serentak dan seragam seperti bila kita membangun sebuah bangunan. Perlu waktu dan perbedaan kemampuan dari masing-masing anak yang sifatnya normal dan ini perlu pemeriksaan dari dokter anak untuk penanganan selanjutnya.